Fakta Unik Tentang Pohon Pinang

Fakta Unik Tentang Pohon Pinang


Salah satu acara yang selalu ada dalam setiap perayaan 17 agustus-an adalah panjat pinang. Panjat Pinang adalah lomba memanjat batang pinang yang licin untuk meraih hadiah yang digantung dipuncak batang piang.
Baiklah, pada postingan satu saya akan membahas tentang Fakta tentang Pohon Pinang sobat blogger..:D

Pinang termasuk keluarga palma. Jadi, ia masih bersaudara dengan kelapa. Adal banyak jenis pohon pinang. Tetapi yang biasa di gunakan untuk panjat pinang adalah pohon pinang sirih.
Pohon ini memang cocok sekali untuk lomba panjat pinang. Batangnya ramping tetapi kuat. Bentuknya tegak lurus. Tingginya mencapai 20 m, garis tengahnya sekitar 15 cm.
Batang pohon ini tidak licin loh. Agar perlombaan jadi seru, kulit batang pinang tersebut di kupas, lalu di olesi oli mesin. Waduh.. jadi susah deh, meraih hadiah di puncak pohon!
Lanjut yah sobat blogger.. :D
Nama Ilmiahnya Areca catechu. Ia tumbuh satu-satu, tifak berumpun seperti pohon pinang lainnya, misalnya pinang merah. Pelepah daunnya berbentuk tabung dengan panjang sekitar 80 cm. Tangkai daunnya pendek. Helaian daun bisa mencapai panjang 80 cm.
Pohon Pinang berbuah setelah berumur 5-8 tahun. Buahnya berbentuk bulat telur. Ukurannya sekitar 3,5-7,7 cm. Warnanya hijau waktu muda dan berubah jingga saat masak atau tua. Biji buah berwarna kecokelatan.

Oke sobat blogger sekarang kita bahas manfaatnya yahh :D

Pohon Pinang sangat berguna. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Daunnya mengandung minyak atsiri yang dapat mengobati gangguan radang tenggorokan. Pucuk daun muda yang rasanya pahit pun dapat di jadikan obat nyeri otot.
Pelepah pinang dapat dipakai sebagai bahan pembungkus makanan, seperti pembungkus gula merah, gulan aren, atau gula tebu. Batangnya, selain digunakan untuk lomba panjat pinang, dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Buah Pinang mengandung sabut yang dapat di jadikan sebagai bahan baku pembuatan kuas gambar.
Bijinya berguna untuk pewarna kain, dan bahan industri obat. Antara lain, sebagai obat cacing, sakit gigi, flu, luka, difteri, mimisan, dan sariawan.  Di negara kita dan beberapa negara lainnya, biji pinang juga berfungsi sebagai salah satu “bumbu” untuk makan sirih.
Artikel Terkait



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Arian Nurrifqhi, Published at 03:25 and have 0 komentar

No comments:

Post a Comment